Ditgrasi USU Ajak Sivitas Akademika Lebih Bijak Bermedia Sosial

Ditgrasi USU Ajak Sivitas Akademika Lebih Bijak Bermedia Sosial

Edukasi mengenai etika bermedia sosial ini menjadi salah satu upaya dalam memastikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan kampus berlangsung secara bertanggung jawab serta sejalan dengan nilai-nilai akademik dan profesionalisme.


Artikel



Direktorat Digitalisasi dan Integrasi Sistem Universitas Sumatera Utara (Ditgrasi USU) menekankan betapa pentingnya berperilaku bijak dalam menggunakan media sosial. Melalui poster digital bertajuk “Bijak Bermedia Sosial” yang diunggah Ditgrasi USU di laman Instagram, mereka mengajak seluruh sivitas akademika untuk memahami bahwa tindakan kecil dalam aktivitas daring dapat memberikan pengaruh besar, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Dalam era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Informasi menyebar dengan sangat mudah, interaksi berlangsung tanpa batas ruang, dan setiap individu memiliki kebebasan dalam mengakses, membagikan, maupun memproduksi konten. Namun, kebebasan tersebut juga membawa tanggung jawab yang tidak kalah besar. Oleh karena itu, Ditgrasi USU menilai bahwa edukasi mengenai etika digital sangatlah diperlukan agar masyarakat kampus dapat memanfaatkan media sosial dengan lebih positif, cerdas, dan bertanggung jawab.

Melalui materi edukatif ini, Ditgrasi USU ingin menekankan bahwa bijak bermedia sosial tidak harus dilakukan melalui langkah besar. Hal-hal sederhana seperti memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menjaga tutur bahasa dalam interaksi daring, serta menghormati privasi diri sendiri dan orang lain dapat memberikan kontribusi bermakna dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat. Selain itu, pengguna juga diharapkan mampu menghindari provokasi, ujaran kebencian, serta konten negatif yang berpotensi memicu konflik atau kesalahpahaman.

Sebagai institusi yang berada di garis depan transformasi digital USU, Ditgrasi memahami bahwa literasi digital merupakan pondasi penting bagi pembangunan ekosistem teknologi yang aman dan berkelanjutan. Edukasi mengenai etika bermedia sosial ini menjadi salah satu upaya dalam memastikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan kampus berlangsung secara bertanggung jawab serta sejalan dengan nilai-nilai akademik dan profesionalisme.

Perilaku positif di dunia maya mencerminkan karakter seseorang di dunia nyata. Oleh sebab itu, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjadi contoh dalam berkomunikasi secara santun, menyebarkan informasi yang bermanfaat, serta menciptakan ruang digital yang inklusif dan saling menghargai.