Digitalisasi KRS Hadirkan Kemudahan Baru bagi Mahasiswa

Digitalisasi KRS Hadirkan Kemudahan Baru bagi Mahasiswa

Foto perbandingan “KRS Dulu vs Sekarang” yang dirilis oleh ditgrasi usu menggambarkan perubahan signifikan dalam tata kelola dokumen akademik yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas perkuliahan mahasiswa.


Artikel



 Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan layanan akademik yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Melalui program transformasi digital yang dikelola oleh ditgrasi USU, proses administrasi akademik kini semakin mudah berkat penerapan sistem digital yang terintegrasi, salah satunya dalam pengelolaan Kartu Rencana Studi (KRS).

Foto perbandingan “KRS Dulu vs Sekarang” yang dirilis oleh ditgrasi usu menggambarkan perubahan signifikan dalam tata kelola dokumen akademik yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas perkuliahan mahasiswa.

KRS Dulu: Mengandalkan Kertas, Rentan Rusak dan Hilang

Pada sistem sebelumnya, mahasiswa harus mencetak atau memfotokopi KRS berkali-kali untuk kebutuhan administratif. Hal ini menimbulkan beberapa kendala:

  • Kertas mudah kusut, robek, atau luntur karena sering disimpan dalam tas.

     
  • Tinta cepat memudar, terutama jika dicetak menggunakan mesin fotokopi lama.

     
  • Dokumen mudah hilang, sehingga mahasiswa musti mencetak ulang.

     
  • Hanya tersedia dalam bentuk fisik, membuat penyimpanan dan pencarian kembali menjadi tidak praktis.

     

Kondisi tersebut kerap menjadi tantangan ketika mahasiswa membutuhkan KRS secara mendadak, misalnya saat pengecekan jadwal kuliah, pengisian administrasi, atau verifikasi data akademik.

Melalui sistem portal akademik usu yang semakin matang, mahasiswa kini dapat melihat dan mengunduh KRS secara langsung melalui platform resmi. Tidak lagi memerlukan kertas maupun fotokopi, KRS digital dapat disimpan dengan mudah di ponsel atau laptop.

Mahasiswa cukup melakukan:

  • Login ke portal

     
  • Membuka halaman KRS

     
  • Screenshot atau mengunduh file untuk disimpan secara digital

     

Dengan cara ini, KRS lebih aman, tidak akan kusut atau hilang, serta dapat ditemukan dengan cepat kapanpun mahasiswa memerlukannya. Kemudahan ini juga mendukung efisiensi dalam penyusunan jadwal kuliah dan kebutuhan administratif lain.

Digitalisasi KRS menjadi bukan hanya sekadar perubahan teknis, melainkan sebuah representasi dari perubahan budaya kerja dan gaya belajar di lingkungan usu. Mahasiswa kini didorong untuk terbiasa mengelola dokumen akademik secara digital, memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas perkuliahan, dan siap menghadapi dinamika era digital yang terus berkembang.